Kamis, 07 Mei 2020

Pedal Rem Bergetar Saat di injak

Assalamu'alaikum wr wb

Pernahkah kita saat melakukan pengereman, ada sensasi getaran pada pedal rem? Sensasi getaran pada pedal rem diakibatkan dari rotor atau cakram rem sudah minta diperhatikan oleh pemilik mobil. Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena mengandung risiko saat berkendara.

Banyak yang belum tahu nih penyebab adanya sensasi getaran di pedal rem saat melakukan pengereman. Nah, itu akibat dari rotor atau cakram rem sudah minta diperhatikan oleh pemilik mobil. Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terlalu lama, karena mengandung risiko saat berkendara.Ada beberapa penyebab dari cakram rem yang menyebabkan pedal rem bergetar. "Bisa jadi bagian kaliper sudah kotor, sehingga membuat pengereman tidak merata dan akhirnya menimbulkan getaran,"  Itu lah mengapa kebersihan sistem pengereman harus dijaga.


Caranya dengan dibersihkan menggunakan udara bertekanan dan cairan brake cleaner. Selain sistem pengereman yang kotor, jika pedal rem masih bergetar, tandanya ada masalah yang lebih besar. "Kemungkinan terburuk cakram remnya sudah tidak rata. Kalau tidak terlalu parah bisa dibubut, namun jika sudah terlalu parah harus diganti baru. "Biasanya saya tidak rekomendasikan melakukan pembubutan ketika ketebalan cakram kurang dari 5 mm, karena terlalu berisiko," 



Efektifnya, pemilik harus melakukan pemeriksaan dan juga membersihkan cakram setidaknya satu kali setiap 10 ribu kilometer. Hal samacam ini harus dilakukan kotoran-kotoran yang menempel bisa hilang dan bersih. Jika tidak dibersihkan secara rutin, kotoran yang keras maupun kasar akan sangat potesial sekali untuk menggores permukaan disc brake ketika dijepit oleh kanvas rem. Apalagi disc brake yang sudah bergelombang dan dibiarkan secara terus menerus maka akan menimbulkan kanvas rem cepat aus. Namun berbeda dengan disc brake yang masih tebal, jika menemukan gejala bergetar cukup diatasi dengan melakukan pembubutan hingga rata. Dan akan lebih bagus lagi jika digantikan dengan disc brake yang baru agar bisa bekerja secara maksimal. Selain itu getaran pada pedal rem juga bisa disebabkan oleh kanvas rem yang kurang bagus. Jika memang itu yang terjadi maka pastikan bahwa kanvas yang Anda gunakan harus diganti dengan kanvas rem yang orisinal.

Demikian semoga bermanfaat


Wassalamu'alaikum wr wb

Rabu, 06 Mei 2020

Penyebab Setir Membanting Saat di Rem

Gejala setir membanting ke salah satu arah, baik ke arah kiri maupun ke arah kanan saat pedal rem diinjak mungkin pernah anda alami. Dan jika masalah ini terjadi, tentu akan membuat anda menjadi kurang nyaman dan aman saat berkendara. Hal ini juga akan beresiko dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Masalah seting yang membanting ke salah satu arah ketika rem diinjak tentu saja disebabkan karena adanya masalah pada sistem rem yaitu antara roda bagian kanan dan roda bagian kiri gaya pengeremannya tidak sama sehingga roda yang mendapatkan gaya pengereman yang lebih besar akan cenderung mengunci dan membuat setir membanting ke arah roda yang mengunci.


Adapun hal-hal yang menyebabkan gaya pengereman antara roda bagian kanan dan kiri tidak sama yaitu :

Adanya udara pada sistem rem
Pada umumnya, mobil sekarang ini kebanyakan menggunakan sistem rem hidrolik yang memanfaatkan minyak rem sebagai penyalur tekanan hidrolis dari pedal rem ke master silinder lalu menuju ke roda-roda.

Sebagai media untuk mengalirnya minyak rem pada sistem maka digunakan saluran pipa dan selang. Satu saluran menuju ke roda-roda bagian kanan dan satu saluran lainnya menuju ke roda-roda bagian kiri.

Apabila salah satu saluran terdapat udara di dalamnya maka akan membuat bagian roda tersebut mengalami kegagalan pengereman (tekanan digunakan untuk menekan udara pada sistem) sehingga gaya pengereman akan menurun.

Oleh sebab itu, antara bagian roda kanan dan kiri gaya pengeremannya tidak sama dan akan membuat setir dapat membanting ke arah roda yang mendapatkan gaya pengereman yang lebih besar.

Untuk mengatasinya maka lakukan langkah pembuangan udara atau bleeding pada sistem rem tersebut dengan catatan tidak ada kebocoran pada sistem rem.

Piston macet
Pada bagian roda-roda terdapat komponen silinder roda (untuk rem tromol) dan atau kaliper (untuk rem cakram). Di dalam komponen silinder roda dan kaliper rem tersebut terdapat piston yang berfungsi untuk meneruskan tekanan hidrolis untuk menekan sepatu rem atau pad rem.

Apabila piston pada salah satu roda tersebut macet maka gaya pengereman pada bagian roda tersebut akan lebih kecil atau tidak ada. Hal ini akan membuat setir membanting ke salah satu arah yang gaya pengeremannya lebih besar.

Untuk mengatasi hal tersebut maka lakukan pengecekkan pada bagian piston di silinder roda dan atau kaliper. Apabila ditemui kerusakan pada bagian tersebut dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki maka gantilah piston atau mungkin silinder roda dan kalipernya.

Kanvas atau pad rem aus
Kanvas (pada rem tromol) atau pad rem (pada rem cakram) merupakan bagian yang bergesekkan atau bersinggungan saat pengereman berlangsung. Kanvas rem akan bergesekkan dengan tromol, sedangkan pad rem akan bergesekkan dengan cakram.

Apabila kanvas atau pad rem antara bagian roda kanan dan kiri mengalami tingkat keausan yang berbeda, misalnya secara ekstrimnya kanvas atau pad rem salah satu roda sudah habis sedangkan pada roda lainnya masih maka pengereman pada bagian roda yang kanvas atau pad remnya habis tidak akan optimal.

Hal tersebut dapat menyebabkan setir membanting ke salah satu sisi pada roda yang memiliki pengereman yang lebih besar.

Oleh sebab itu selalu lakukan pengecekan kanvas atau pad rem dan apabila kanvas atau pad rem habis maka gantilah dengan yang baru.

Penyetelan celah sepatu rem tidak sama
Pada rem tromol, celah sepatu rem harus disetel. Beberapa tipe penyetelan rem tromol dilakukan secara otomatis dan beberapa tipe lainnya harus dilakukan secara manual.

Apabila penyetelan celah sepatu rem antara bagian roda kanan dan kiri tidak sama, misalnya celah sepatu rem roda kanan terlalu besar dibanding celah sepatu rem roda kiri maka saat pedal rem diinjak, pengereman akan terjadi lebih dulu pada roda kiri karena celah  sepatu rem lebih kecil sehingga roda kiri akan mendapatkan gaya pengereman yang lebih besar dan dapat menyebabkan setir membantin ke arah kiri.

Untuk mengatasinya maka lakukan penyetelan celah sepatu rem dengan prosedur yang benar dan pastikan celah sepatu rem kedua roda sama.

Demikian semoga bermanfaat

Wassalamu'alaikum wr wb


Selasa, 05 Mei 2020

Rem Berbunyi Saat Diinjak

Bunyi Rem Saat Diinjak- Kita tahu kalau sistem rem merupakan salah satu aspek keselamatan kendaraan yang berfungsi menghentikan laju kendaraan. Tidak jarang juga muncul suara saat rem diinjak. Lalu, apa penyebabnya ? dan apa efeknya ?

Bunyi yang keluar dari sistem rem memang bisa mengindikasikan banyak hal. Ada masalah besar, ada pula masalah ringan. Namun kita patut waspada kalau rem mobil berdecit saat diinjak.

Rem bunyi saat ditekan bisa diartikan banyak hal, antara lain ;

Rem Bunyi saat diinjak bisa menandakan kampas rem telah habis. Gejala ini muncul karena brake wear indicator pada kampas rem akan bergesekan dengan disc brake, sehingga menimbulkan bunyi.

Rem yang berdecit juga bisa menandakan kanvas rem yang dipakai kurang berkualitas.

Kampas rem yang bunyi juga bisa menunjukan ada banyak kotoran pada permukaan rem. Kotoran berupa debu ini bisa terjepit antara disc dengan kanvas, sehingga bisa menimbulkan bunyi.

Dari ketiga masalah diatas, dapat kita simpulkan kalau masalah grinding noise pada rem mobil ini rata-rata disebabkan pada sektor aktuator rem.

Penyebab rem bunyi berdecit

Selain hal-hal diatas, beberapa partikel berikut juga bisa menimbulkan rem bunyi. antara lain ;

1. Percikan Air
Air memang memiliki sifat membersihkan, tapi pada mobil tertentu air bisa menimbulkan bunyi decitan saat dilakukan pengereman. Tapi bunyi ini akan hilang dalam kurun waktu tertentu.

2. Tetesan Oli
Oli tidak hanya mengganggu proses pengereman, tapi juga bisa menimbulkan bunyi. Alasanya oli bisa menyebabkan kanvas dan disc brake lebih licin saat bergesekan. Sehingga hasilnya berupa suara yang cukup nyaring saat kita tekan pedal rem.

3. Debu atau kotoran padat
Debu atau kotoran pada permukaan disc brake akan menghalangi pad rem saat melakukan pengereman. Hasilnya, berupa grinding noise yang terdengar cukup jelas. Masalah ini sering terjadi pada sistem rem tromol yang memiliki desain tertutup.
Debu ini bisa berasal dari polusi ataupun dari serbuk kanvas rem yang terkikis. Baca juga Begini cara membersihkan kampas rem cakram

4. Pedal rem kurang pelumas
ini artinya engsel pada pedal rem yang kurang dilumasi. Sebagai engsel tentu membutuhkan pelumas seperti grease, jika tidak terpenuhi maka akan timbul suara dari dalam kabin saat pedal rem ditekan.
Dari keempat penyebab diatas, anda bisa menghindari masalah ini dengan beberapa cara. Salah satunya dengan selalu membersihkan pad rem secara rutin, atau melakukan service berkala secara rutin ke bengkel. Karena pada sebuah dealer, seluruh sistem akan dicek termasuk sistem pengereman.
Tapi, jika kondisi saat ini rem anda telah berbunyi saat diinjak, maka anda perlu membaca beberapa tips dibawah agar bunyi pada rem bisa hilang.

Cara Mengatasi Rem Bunyi saat Diinjak
Lepas brake pad dan bersihkan menggunakan cairan brake cleaner. Cairan ini sanggup membilas air serta oli dari permukaan pad rem.
Disc brake juga dilumasi dengan cairan brake cleaner agar terbebebas dari debu dan oli. Apabila terkena air hujan, segera bilas menggunakan air bersih yang memiliki Ph Netral. Amplas permukaan pad rem menggunakan amplas kasar, pengamplasan ini bertujuan membuat permukaan pad rem lebih kasar sehingga tidak menimbulkan slip saat direm. Apabila bunyi masih berlanjut, ganti kampas rem sesuai standar mobil anda.

Itulah pembahasan singkat kita mengenai penyebab dan cara mengatasi rem bunyi pada mobil. Semoga bermanfaat.

Senin, 04 Mei 2020

Tentang Kondensor AC Mobil

Kondensor AC atau condenser pada sistem AC mobil merupakan sebuah alat penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi untuk mengkondensasikan atau mengubah gas refrigerant atau freon yang bertekanan tinggi menjadi cairan freon yang bertekanan tinggi.

Perubahan wujud dari gas menjadi carian ini karena panas yang ada pada freon akan diserap oleh kondensor AC dengan bantuan tiupan udara extra fan. Makin besar jumlah panas yang dilepaskan oleh kondensor AC, maka makin besar pula efek mendinginkan yang akan diperoleh evaporator.
Oleh karena itu kondensor AC ini pada umumnya diletakan di bagian depan radiator mobil agar dapat didinginkan oleh aliran udara dari kipas radiator mesin dan aliran udara yang terjadi saat kendaraan mobil bergerak. Tipe-tipe kondensor AC antara lain, tipe plate fin dan tipe corrugated fin, tipe serpentine, dipe multiflow.

Mengapa Mobil Butuh AC?
Kondensor AC mobil adalah sebuah komponen yang berfungsi untuk mengubah freon dalam bentuk gas menjadi bentuk cair melalui suatu proses kondensasi. Freon yang sudah cair mengalir menuju evaporator akan dikabutkan dan dihembuskan. Kabut yang dihembuskan inilah yang akan membawa hawa sejuk ke sekitar.

Terik matahari sudah semakin panas, fungsi kaca film sudah tidak lagi maksimal. Mengingat bahwa kaca film yang bawaan dari pabrik mempunyai standar yang sangat rendah dalam menolak panas mengakibatkan mobil Anda menjadi sauna berjalan. AC mobil di zaman sekarang menjadi satu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tanpa hal ini maka mood kerja akan menjadi turun dan Anda akan lebih sering ganti baju. AC mobil pertama kali diciptakan pada tahun 1939 dan pada 1940, pertama kalinya uji coba pemasangan AC mobil.

Perusahaan yang pertama kali menawarkan AC mobil tidak memiliki thermostat. Kemudian pada 1969, sebagian mobil yang dijual di pasaran sudah menggunakan AC, tetapi belum bisa dipasang AC mobil after market. Hal ini membuat ketergantungan pada pabrik yang membuat AC mobil karena jika ada hal yang rusak, maka biaya perbaikannya akan mahal sekali.
Akhirnya ditetapkan bahwa freon yang pertama kali digunakan di dunia adalah freon dengan jenis R-12 atau cfc-12 (Kemudian baru diketahui bahwa freon jenis itu tidak aman bagi lingkungan. Di mana dapat membaut lapisan ozon menjadi rusak.

Setelah itu muncul alternative freon yang dipakai, yaitu freon R-134a atau HFC-134a yang diproduksi pertama kali di Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1996, pertama kalinya freon jenis R134a ini telah diriset lebih aman digunakan bagi manusia dan lingkungan sehingga semua jenis AC mobil yang ada menggunakan freon jenis ini.

Cara Kerja Kondensor AC
Freon yang dikompresikan oleh kompresor AC akan berwujud gas dan memiliki temperatur serta tekanan yang tinggi. Freon dari kompresor AC akan disalurkan menuju ke kondensor AC. Pada kondensor AC, wujud freon dari gas akan diubah menjadi cair dengan cara panas yang dibawa freon akan diserap oleh kondensor.
Kondensor akan dibantu oleh kipas untuk menyerap panas dari freon dengan cara menghembuskan udara melewati sirip-sirip kondensor. Freon yang sudah melewati kondensor akan disalurkan ke receiver dryer. Selanjutnya, ke katup ekspansi dan ke evaporator dan kembali ke kompresor AC.

Gangguan pada Kondensor AC
Bila kondensor mengalami kerusakan, maka akan mengganggu kinerja dari pendingin sistem AC. Ketika ada kebocoran pada kondensor, maka akan membuat freon terbuang sehingga proses pendinginan akan kurang maksimal. Selain itu, apabila sirip-sirip kondensor AC tersumbat atau menekuk, maka udara tidak akan dapat melewati sirip-sirip, sehingga proses pembuangan panas pada freon di dalam kondensor akan menjadi kurang maksimal.
Hal ini dapat membuat freon yang seharusnya berubah menjadi cair ketika telah melewati kondensor akan tetap masih berwujud gas sehingga freon yang masih berwujud gas tidak akan dapat diekspansikan oleh katup ekspansi untuk diturunkan temperaturnya.

Kerusakan yang Sering Terjadi
Bagi Anda yang memiliki mobil, tentunya ingin agar mobil yang dimiliki tetap berfungsi secara maksimal. Berbagai macam komponen harus dicek setiap saat, sehingga ketika terjadi masalah atau terdapat bagian yang rusak, dapat segera diganti atau diperbaiki.

Jika bagian kondensor pada mobil tidak berfungsi, salah satu akibatnya adalah AC mobil tidak dingin saat rpm rendah. Tidak hanya di bagian kondensor, namun juga pada bagian thermostat dan evaporator yang terjadi kebocoran. Untuk mengatasinya, Anda harus mengecek bagian dan kondisi dari Thermostat serta di bagian stelat.

Jika bagian tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka sebaiknya segera diganti. Jangan lupa untuk mengecek bagian kondensor, apakah dalam keadaan tertutup oleh benda lain atau tidak. Hal tersebut karena sampah atau sobekan plastik mungkin menutupi bagian kondensor sehingga komponen tersebut tidak dapat melepas kalor refrigerant dari kompresor dengan maksimal.

Apabila terjadi masalah di kipas kondensor yang membuat salah satunya menjadi penyebab AC mobil tidak dingin, periksalah bagian konektor elektrik blower, sekring, kabel serta socket kabel serta periksa di bagian relay yang ada di motor kipas. Bila rusak, segeralah perbaiki. Selain karena plastik yang mungkin saja menutup kondensor, kipas fan yang tidak bekerja maksimal juga dapat mempengaruhi kerja dari kondensor.

Kompresor pun perlu diperhatikan. Pada umumnya, jika komponen tersebut dalam keadaan baik, maka saat lampu merah atau berhenti, kondisi stationer/idle 1.000 rpm dan dapat menghasilkan hawa yang dingin. Bahkan untuk kompresor baru, mampu berada di putaran mesin di atas 2.000 rpm ketika mesin digas. Kompresor yang rusak dapat dilihat tanda-tandangnya. Yaitu terdengar bunyi ngorok ketika dihidupkan atau AC mobil hanya keluar angin saja. Jika Anda sudah merasakan hal ini, Anda harus segera membongkar kompresor dan menggantinya.

Selain kompresor, kodnensor yang tidak berfungsi maksimal sehingga membuat otomatis AC mobil tidak berfungsi adalah karena visco fan radiator berputar lemah. Akibatnya, pendinginan kondensor AC menjadi tak maksimal sehingga membuat AC menjadi lebih panas. Selain karena kompresor, viscose fan radiator, kebocoran kondensor AC juga dapat menyababkan AC mobil menjadi tidak berfungsi secara maksimal. Kondensor berada di dekat radiator sehingga butuh ekstra fan agar pendinginan menjadi maksimal.

Jika kondensor tersebut bocor, akan menimbulkan jumlah freon yang berkurang di sistem pendingin, maka AC menjadi tidak bekerja secara maksimal dan kerja sistem AC menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya. Jika dibiarkan terus menerus, dapat membuat AC mobil rusak secara keseluruhan.

Kebocoran kondensor dapat terjadi karena beberapa hal dan salah satunya adalah karena faktor usia kondensor dan tidak pernah diganti sehingga menjadi berkarat dan kemudian menjadi bocor. Faktor lain disebabkan karena kecelakaan atau karena benturan dengan benda yang keras. Jika terjadi masalah pada bagian kondensor mobil Anda sehingga membuat AC mobil panas.
Lakukan pemeriksaan berkala AC mobil setiap 6 bulan atau 10.000 KM. Biasanya saat perawatan 6 bulanan ini, kondensor juga akan di cuci dan dibersihkan dari debu-debu yang menempel pada siripnya.

Minggu, 03 Mei 2020

Tips Mengendarai Mobil Manual

Assalamualaikun wr wb.

kali ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana menghindari perlakuan yg tidak perlu pada mobil manual

Saat ini nuansa mobil matic semakin di gandrungi oleh masyarakat, karena simpel dan medern, jadi mobil manual terkesan jadul,... eeiit jgn salah dulu ternyata mengendarai mobil manual pun sangat nyaman, asal kita tau bagaimana memperlakukannta dgn baik

Secara umum penggunaan mobil matic adalah menghilangkan fungsi pedal kopling pada kaki diganti dgn ki nerja lain (mbuh aku ra weruh jenenge) sehingga pengguna mobil manual yg kurang paham bisa mengakibatkan beberapa komponen cepat mengalami keausan secara dini, seperti Kanvas Kopling cepat habis, gearbox mendengung, Joinn koppel yg aus dsb.

Biasanya kanvas kopling sering habis dikarenakan cara penggunaan kopling yang kurang tepat sehingga menyebabkan kampas kopling menjadi cepat habis. Nah berikut ini ada beberapa penyebab kampas kopling mobil cepat habis, bahkan sebelum mencapai usia pakai normalnya sekitar 20.000 km. atau 3 tahun, bahkan ada yg bertahan hingga 20 tahun 🙈

1. Meletakkan Kaki Diatas Pedal Kopling Meski Tidak Digunakan
Kebiasaan ini seperti mungkin banyak dilakukan pengemudia mobil, terutama bagi pengendara-pengendara baru. Sehingga penting sekali untuk mempelajari bagaimana cara aman mengemudi mobil. Biasanya ini dilakukan agar tidak gugup ketika akan melakukan pengoplingan nantinya.

Tetapi cara ini salah dan mengakibatkan keausan pada kampas kopling dan release bearing karena secara tidak langsung anda akan melakukan penekanan pada kopling secara terus menerus.
Apabila ini sering dilakukan dikhawatirkan lama kelamaan akan terjadi selip, nah selip ini muncul, maka permukaan kampas kopling akan cepat terkikis karena permukaan kampas kopling ini berbahan lebih lunak dibandingkan bahan plat penekan yang berbahan logam.

2. Menginjak atau Melepas Pedal Kopling dngan Kasar.
Penyebab kampas kopling mobil cepat habis lainnya bisa dikarenakan kebiasaan anda yang menginjak maupun melepas pedal kopling dengan kasar. ketika transmisi belum berpindah dengan penuh, pengemudi biasanya sudah melepaskan pedal kopling. Saat hal ini terjadi maka akan muncul seperti bunyi yang cukup kasar pada sistem transmisi mobil Anda. Hal ini lah yang kemudian membuat komponen kampas kopling menjadi cepat aus serta menimbulkan gejala kerusakan transmisi pada mobil.

3. Menginjak Pedal Kopling Setengah Setangah
Penyebab lainnya dapat dikarenakan kebiasaan pengguna mobil yang menginjak pedal kopling setengah-setengah. Biasanya hal ini sering dilakukan ketika berada di jalanan tanjakan ataupun kemacetan. Namun justru hal ini yang membuat keausan pada kampas kopling menjadi lebih cepat. Bahkan tak hanya kampas kopling saja, komponen lainnya seperti clutch cover juga akan mengalami penipisan.

4. Menggantung atau menginjak kopling pada saat berhenti dalam situasi berhenti di tanjakan, kenapa hal ini dilakukan, jawabannya malas, padahal ada tuas rem tangan dan pedal rem kaki, sehingga posisi kaki pada kopling dapat di istirahatkan, apa yg terjadi apabila tekanan kopling dan gas tidak seimbang, mobil akan mundur dan bisa juga meloncat kedepan karena gas yg terlalu tinggi, selain itu, dapat merusak secara keseluruhan system transmisi. maka agar lbh aman gunakan rem tangan dan kaki dpt beristirahat sejenak.

5. Tidak menetralkan gigi di lampu merah
Biasanya kita cari nyamannya hanya menginjak kopling dan rem saja untuk menghentikan mobil sementara kan, nah ini kebiasaan yg sering kita lakukan, akibatnya apa? otot kaki bisa tiba tiba pegal dan kesemutan, kalau itu terjadi kita lupa pada saat itu injak kopling maka mobil akan melobcat tiba tiba dan mati, dlm jangka panjang akan mempercepat kerusan komponen kopling baik kanvas maupun lainnya.

6. Kebiasaan Menginjak kopling dahulu sambil injak rem saat mobil ingin berhenti.
Memang salah satu fungsi kopling adalah mengurangi laju kecepatan mobil dgn system engine breake, tetapi penggunaan tekanan pada pedal kopling untuk waktu beberapa menit itu akan membebani kinerja kopling, padahal cukup turunkan tuas persneling, secara significan hingga netral sambil injak rem, dan lepas pedal kopling dan biarkan kerja pengereman yg berfungsi, lagian pedal kopling bukan untuk pengereman 🤣🤣 dan hanya untuk memutuskan mesin dgn trasmisi, dan untuk jangka pendeknya, bahan bakar bisa jadi irit. dan yg lbh fatal, beban mesin lbh berat, dan bisa membuat beban ban menjadi terganggu.

7. Tidak menambah gigi hingga mobil meraung
Ini ciri khas motuba, biar keren suara meraung pisisi gigi rendah memang keren, manaikkan kecepatan secara instan untuk pamer memang cool, tapi apabila kita sering lakukan mesin bisa meledak, karena rpm tinggi gigi rendah beban transmisi dan mesin tidak seimbang, apabila yg terjadi dalam jangka panjang akan mengakibatkan kerusakan pada mobil,dan boros BBM, pastikan masukkan gigi pada saat mobil mulai akan meraung, dan lakukan secara halus, hindari melakukan kebiasaan yg bisa mengakibatkan umur transmisi atau gearbox cepat aus karena mebanggung beban yg tidak seharusnya.

Kesimpulannya :

Namun tanpa sadar, kita sering menginjak sedikit pedal kopling. Memang, secara keseluruhan tidak nampak efeknya. Tapi kalau anda menginjak sedikit pedal kopling atau menginjak pedal kopling jangka waktu yg lama artinya anda menahan kekuatan pegas kopling.

Padahal fungsi pegas kopling untuk menekan plat, penekan ke kampas kopling. Karena kekuatan pegas ditahan, maka tekanan plat penekan terhadap kampas kopling juga berkurang. Ini akan mengurangi grip kampas kopling terhadap plat penekan. Sehingga sangat beresiko terjadi selip.

Hindari teknik-teknik mengemudi yang malah membuat komponen-komponen di dalam mobil mengalami kerusakan. Selalu lakukan perawatan rutin sehingga kondisi mobil selalu prima selengkapnya dapat dilihat pada youtube kami

Wis Ngono Thok

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat
Wassalamualaikum wr wb

Sabtu, 02 Mei 2020

Kondensor AC

Kondensor AC atau condenser pada sistem AC mobil merupakan sebuah alat penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi untuk mengkondensasikan atau mengubah gas refrigerant atau freon yang bertekanan tinggi menjadi cairan freon yang bertekanan tinggi.

Perubahan wujud dari gas menjadi carian ini karena panas yang ada pada freon akan diserap oleh kondensor AC dengan bantuan tiupan udara extra fan. Makin besar jumlah panas yang dilepaskan oleh kondensor AC, maka makin besar pula efek mendinginkan yang akan diperoleh evaporator.

Oleh karena itu kondensor AC ini pada umumnya diletakan di bagian depan radiator mobil agar dapat didinginkan oleh aliran udara dari kipas radiator mesin dan aliran udara yang terjadi saat kendaraan mobil bergerak. Tipe-tipe kondensor AC antara lain, tipe plate fin dan tipe corrugated fin, tipe serpentine, dipe multiflow.

Mengapa Mobil Butuh AC?
Kondensor AC mobil adalah sebuah komponen yang berfungsi untuk mengubah freon dalam bentuk gas menjadi bentuk cair melalui suatu proses kondensasi. Freon yang sudah cair mengalir menuju evaporator akan dikabutkan dan dihembuskan. Kabut yang dihembuskan inilah yang akan membawa hawa sejuk ke sekitar.

Terik matahari sudah semakin panas, fungsi kaca film sudah tidak lagi maksimal. Mengingat bahwa kaca film yang bawaan dari pabrik mempunyai standar yang sangat rendah dalam menolak panas mengakibatkan mobil Anda menjadi sauna berjalan.

AC mobil di zaman sekarang menjadi satu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tanpa hal ini maka mood kerja akan menjadi turun dan Anda akan lebih sering ganti baju. AC mobil pertama kali diciptakan pada tahun 1939 dan pada 1940, pertama kalinya uji coba pemasangan AC mobil.
Perusahaan yang pertama kali menawarkan AC mobil tidak memiliki thermostat. Kemudian pada 1969, sebagian mobil yang dijual di pasaran sudah menggunakan AC, tetapi belum bisa dipasang AC mobil after market. Hal ini membuat ketergantungan pada pabrik yang membuat AC mobil karena jika ada hal yang rusak, maka biaya perbaikannya akan mahal sekali.

Akhirnya ditetapkan bahwa freon yang pertama kali digunakan di dunia adalah freon dengan jenis R-12 atau cfc-12 (Kemudian baru diketahui bahwa freon jenis itu tidak aman bagi lingkungan. Di mana dapat membaut lapisan ozon menjadi rusak.

Setelah itu muncul alternative freon yang dipakai, yaitu freon R-134a atau HFC-134a yang diproduksi pertama kali di Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1996, pertama kalinya freon jenis R134a ini telah diriset lebih aman digunakan bagi manusia dan lingkungan sehingga semua jenis AC mobil yang ada menggunakan freon jenis ini.

Cara Kerja Kondensor AC
Freon yang dikompresikan oleh kompresor AC akan berwujud gas dan memiliki temperatur serta tekanan yang tinggi. Freon dari kompresor AC akan disalurkan menuju ke kondensor AC. Pada kondensor AC, wujud freon dari gas akan diubah menjadi cair dengan cara panas yang dibawa freon akan diserap oleh kondensor.
Kondensor akan dibantu oleh kipas untuk menyerap panas dari freon dengan cara menghembuskan udara melewati sirip-sirip kondensor. Freon yang sudah melewati kondensor akan disalurkan ke receiver dryer. Selanjutnya, ke katup ekspansi dan ke evaporator dan kembali ke kompresor AC.

Gangguan pada Kondensor AC
Bila kondensor mengalami kerusakan, maka akan mengganggu kinerja dari pendingin sistem AC. Ketika ada kebocoran pada kondensor, maka akan membuat freon terbuang sehingga proses pendinginan akan kurang maksimal. Selain itu, apabila sirip-sirip kondensor AC tersumbat atau menekuk, maka udara tidak akan dapat melewati sirip-sirip, sehingga proses pembuangan panas pada freon di dalam kondensor akan menjadi kurang maksimal.

Hal ini dapat membuat freon yang seharusnya berubah menjadi cair ketika telah melewati kondensor akan tetap masih berwujud gas sehingga freon yang masih berwujud gas tidak akan dapat diekspansikan oleh katup ekspansi untuk diturunkan temperaturnya.

Kerusakan yang Sering Terjadi
Bagi Anda yang memiliki mobil, tentunya ingin agar mobil yang dimiliki tetap berfungsi secara maksimal. Berbagai macam komponen harus dicek setiap saat, sehingga ketika terjadi masalah atau terdapat bagian yang rusak, dapat segera diganti atau diperbaiki.

Jika bagian kondensor pada mobil tidak berfungsi, salah satu akibatnya adalah AC mobil tidak dingin saat rpm rendah. Tidak hanya di bagian kondensor, namun juga pada bagian thermostat dan evaporator yang terjadi kebocoran. Untuk mengatasinya, Anda harus mengecek bagian dan kondisi dari Thermostat serta di bagian stelat.

Jika bagian tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka sebaiknya segera diganti. Jangan lupa untuk mengecek bagian kondensor, apakah dalam keadaan tertutup oleh benda lain atau tidak. Hal tersebut karena sampah atau sobekan plastik mungkin menutupi bagian kondensor sehingga komponen tersebut tidak dapat melepas kalor refrigerant dari kompresor dengan maksimal.

Apabila terjadi masalah di kipas kondensor yang membuat salah satunya menjadi penyebab AC mobil tidak dingin, periksalah bagian konektor elektrik blower, sekring, kabel serta socket kabel serta periksa di bagian relay yang ada di motor kipas. Bila rusak, segeralah perbaiki. Selain karena plastik yang mungkin saja menutup kondensor, kipas fan yang tidak bekerja maksimal juga dapat mempengaruhi kerja dari kondensor.

Kompresor pun perlu diperhatikan. Pada umumnya, jika komponen tersebut dalam keadaan baik, maka saat lampu merah atau berhenti, kondisi stationer/idle 1.000 rpm dan dapat menghasilkan hawa yang dingin.
Bahkan untuk kompresor baru, mampu berada di putaran mesin di atas 2.000 rpm ketika mesin digas. Kompresor yang rusak dapat dilihat tanda-tandangnya. Yaitu terdengar bunyi ngorok ketika dihidupkan atau AC mobil hanya keluar angin saja. Jika Anda sudah merasakan hal ini, Anda harus segera membongkar kompresor dan menggantinya.

Selain kompresor, kondensor yang tidak berfungsi maksimal sehingga membuat otomatis AC mobil tidak berfungsi adalah karena visco fan radiator berputar lemah. Akibatnya, pendinginan kondensor AC menjadi tak maksimal sehingga membuat AC menjadi lebih panas.

Selain karena kompresor, viscose fan radiator, kebocoran kondensor AC juga dapat menyababkan AC mobil menjadi tidak berfungsi secara maksimal. Kondensor berada di dekat radiator sehingga butuh ekstra fan agar pendinginan menjadi maksimal.

Jika kondensor tersebut bocor, akan menimbulkan jumlah freon yang berkurang di sistem pendingin, maka AC menjadi tidak bekerja secara maksimal dan kerja sistem AC menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya. Jika dibiarkan terus menerus, dapat membuat AC mobil rusak secara keseluruhan.

Kebocoran kondensor dapat terjadi karena beberapa hal dan salah satunya adalah karena faktor usia kondensor dan tidak pernah diganti sehingga menjadi berkarat dan kemudian menjadi bocor. Faktor lain disebabkan karena kecelakaan atau karena benturan dengan benda yang keras. Jika terjadi masalah pada bagian kondensor mobil Anda sehingga membuat AC mobil panas.
Lakukan pemeriksaan berkala AC mobil setiap 6 bulan atau 10.000 KM. Biasanya saat perawatan 6 bulanan ini, kondensor juga akan di cuci dan dibersihkan dari debu-debu yang menempel pada siripnya.

Jumat, 01 Mei 2020

Tentang Busi

Assalamu'alaikum wr wb

Baru baru ini teman dari Philipina mengajak diskusi tentang pemakaian busi pada kendaraan Corolla DX, nah dari diskusi tadi saya coba simpulkan dalam paparan berikut :

Secara singkat dapat penulis sampaikan tentang busi, sebagai salah satu komponen vital pada mobil untuk sistem pengapian, busi mobil termasuk salah satu piranti yang terdapat pada kendaraan ber motor bensin. Komponen ini berperan menghasilkan spark atau loncatan bunga api di antara elektrode busi dalam ruang terbakar, sehingga campuran udara dan bahan bakar dapat terbakar., berikut analisa penggunaan busi Standard, Platinum maupun Iridium.

Busi Standar
Busi standar biasanya merupakan rekomendasi pabrikan mobil tertentu. Busi ini pada dasarnya bukan merupakan pilihan untuk mobil diajak berakselerasi, hal ini berdasarkan kemampuan yang digunakan untuk kebutuhan mobil sehari-hari. Keunggulan busi standar, memiliki umur pemakaian yang relatif lebih lama dan mampu menghasilkan stasioner mesin lebih stabil. Busi jenis ini semakin optimal jika dipakai untuk putaran mesin rendah dan menengah, pembahasan busi standard sepertinya tidak banyak diperlukan karena rata rata pengguna kendaraan mesin jenis 4K menggunakan busi standrd baik keluaran NGK maunpun Denso atau merk lain seperti Champion dan Bosch.

Busi Type R
Busi Type R di sini banyak yang salah kaprah dan, enggak sedikit para pemilik motor/mobil yang mengira kode R pada busi NGK adalah Racing. Padahal, maksud kode R tersebut jauh dari yang namanya racing,  dan secara fisik dan fungsi, apakah ada bedanya antara busi biasa dan busi yang dilengkapi dengan resistor?  Kebanyakan mobil dan motor modern saat ini memang sudah dibekali dengan busi dengan huruf ‘R’ yang artinya sudah bertipe atau dilengkapi resistor. nah NGK sangat merekomendasikan penggunaan busi resistor untuk penggunaan kendaraan yang sudah terpasang on-board unit atau system ECU pada mesinnya

Resistor sebesar 5K ohm ditanam pada tubuh busi yang dapat mengurangi daya hantar gelombang elektromagnet yang akan mempengaruhi kerja kendaraan secara utuh. Penggunaan busi non-resistor pada kendaraan yang sudah dilengkapi on-board unit akan menyebabkan kerusakan engine yang dapat mempengaruhi kinerja mesin menjadi tidak langsam (erratic idle), tenaga berkurang (power drop off) dan lambat pada RPM tinggi, jadi bagi para pengguna busi type R pada kendaraan harian yang tidak menggunakan ECU tidak ada pengaruhnya sama sekali karena Type R ini dibuat hanya untuk kendaraan yang sudah menggunakan ECU

Busi Platinum
Sekarang pembahasan tentang busi platinum, Platinum memiliki sifat logam putih padat, lunak dan ulet. Daya tahannya terhadap korosi bahkan pada suhu tinggi menjadikannya termasuk dalam golongan logam mulia. Busi yang berbahan Platinum cenderung memiliki kemampuan menahan panas 21% lebih baik dibanding busi berbahan Nikel. Ini disebabkan oleh tingginya nilai titik lebur Platina sehingga mampu bertahan pada suhu ruang bakar yang tinggi. “Busi yang pakai platinum di ujung tip elektroda tengah berpadu bahan nikel pada ground electrode, bikin efek quenching saat pembentukan inti api lebih berkurang

Busi dengan bahan platinum bisa dikatakan semi racing, karena ujung elektrode busi yang didesain sedikit lancip jika dibandingkan busi standar. Untuk busi tipe ini tak jauh beda dengan pemakaian busi standar, perbedaan signifikan terletak pada tenaga sedikit lebih responsif untuk rpm bawah. Untuk durasi pemakaian busi ini juga relatif juga tinggi asal perawatan yang dilakukan sesuai, .  Sifat platinum yang lebih tahan panas dari nikel seperti yang diterangkan diatas, bikin busi berelektroda platinum punya nilai plus, dan kalau kita menggunakan mobil ini sebagai mobil harian maka usia busai di claim bisa 5 tahun tetapi rata rata berumur 3-4 tahun kita harus,  dan yang perlu diperhatikan adalah pada saat melakukan perawatan busi jenis platinum ini jangan disikat kawat atau diampelas, maka lapisan platinumnya bisa hilang dan busi mati sama sekali., perawatan cukup dicuci atau disemprot cairan pembersih carburator semacam carbu cleaner, lalu ujungnya diusap kain bersih cukup seperti itu maka busi platinum dapat dipergunakan kembali.

Nah Jika ingin memperbaiki pengapian dari busi, tahap pertama atau busi Standard kita  bisa pakai yang berelektroda platinum.  Busi tipe ini bikin pembakaran lebih sempurna, tapi, menuntut seting ulang karburator yang lebih pas,  bagi penggemar drag race atau pacu cepat jarak pendek dengan mesin standard penggunaan type busi ini sangat cocok karena  lebih cepat untuk meraih top speed dibanding busi biasa,  dan untuk meraih kecapatan 40 km pada gigi 1 penulis rasakan dengan menggunakan mobil Corolla DX mesin Standard 4K tidak membutuhkan waktu yang lama, dan mesin tidak meraung raung. (mobil tidak ada tachometer, sehingga tidak bisadi ukur)

Busi Iridium
Busi iridium adalah jenis busi generasi terbaru yang ujung elektrodanya terdiri dari bahan iridium dan rodium yang tergolong berkemampuan tinggi. Busi seperti ini sangat dianjurkan untuk mesin-mesin yang sudah dimodifikasi stage I, tetapi bukan berarti haram untuk dipergunakan di mobil standar atau harian.  Bisa? Ya bisa saja dengan catatan akan maksimal dipakai di mobil standar dengan tipe mesin berkompresi tinggi dan bahan bakar beroktan tinggi. Akan lebih terasa lagi kalau busi jenis ini dipake di mobil yg sudah menganut sistem direct coil (satu busi satu koil) Busi high performace seperti ini dan ber type busi dingin biasanya digunakan pada  mobil-mobil balap. Namun demikian, busi ini memiliki beberapa kelemahan. Jika digunakan di mobil harian, maka rpm idle mesin akan sedikit tidak stabil, dan berumur pendek jika dipasang di mesin standar dengan tingkat kompresi rendah

Jika dipaksakan, akan menimbulkan efek yang kurang baik terhadap mesin. Dengan karakteristik busi balap yang didesain untuk penggunaan yang sangat ekstrem, dalam penggunaan pada mesin biasa dapat menyebabkan deposit karbon berlebih hingga misfiring. Hal ini diperparah apabila mesin sering digunakan untuk jarak dekat dengan ritme stop & go, seperti kemacetan lalu lintas.

Kabel Busi Ikut diganti
Satu hal lagi apabila kita menggunakan busi  high performance, sebaiknya kabel  busi standar ikut diganti, agar performance busi dapat terlihat efeknya, dan iIngat, yang kualitas bagus bukan tergantung dari warna-warni, tapi melayani hantaran listrik ke busi. yang bagus, core (kabel dalamnya) harus ada ulir kawat dan dilapis semacam karbon, serta tahanan penghantar listriknya yang rendah  (dalam KΩ) dan hasil uji penghantar listrik yang dilakukan penulis untuk kabel Standar hambatan atau resistan nya 10 KΩ  dan pada pengujian kabel busi Blue thander  nilai resistan nya adalah 3 KΩ, (nilai hambatan diatas 25 KΩ sebaiknya harus diganti)    

Nah kabel busi bukab dinilai dari banyaknya jumlah core yang tersedia dalam kabel busi dan tidak serta merta mempengaruhi daya hantar yang baik. Bahkan jika hanya single core dan terdapat seperti syarat di atas, maka itu sudah cukup. Yang perlu diperhatikan, jika lilitan kawat pada masing-masing core harus rapat jarak satu sama lain dengan nilai resistan yang cukup baik pula.

Jadi sesuai penjelasan diatas, pilihan ada pada kita akan kah menggunakan busi Standard, atau platinum bahkan Iridium. 
Semoga penjelasan singkat ini dapat bermanfaat

Wassalamu'alaikum wr wb